Fenomena Membuang Sampah

“ Buanglah sampah pada tempatnya !”.

Mungkin kata-kata itu sudah sering kita dengar ataupun kita lihat di spanduk atau poster-poster dijalan bahkan ada juga yang memakai kata-kata yang kurang pas, seperti “ Yang buang sampah disini ‘Ganteng’!” atau  “Jangan buang sampah disini ‘Tampan’!”. Sengaja kata-kata kasarnya disamarkan agar tidak menyinggung para penghuni kebun binatang. Meskipun banyak tertera di poster,spanduk bahkan sampai ada iklan khusunya di media massa tetap saja budaya membuang sampah sembarangan tidak bisa dihilangkan oleh sebagian warga Jakarta.

Dari taman kanak-kanak kita sudah diajarkan untuk tidak membuang sampah sembarangan tetapi sayangnya ajaran itu tidak kita ingat seperti kita mengingat pelajaran penjumlahan matematika. Dalam pelajaran matematika 1 + 1 = 2, itu sudah pasti dan tidak bisa diubah,tetapi buang sampah = tempat sampah, itu belum tentu.

Entah apa yang mendasari pikiran masyarakat untuk membuang sampah sembarangan. Padahal kita semua tahu membuang sampah sembarangan memberikan dampak yang buruk bagi lingkungan. Dari kecil kita tahu bahwa membuang sampah sembarangan menimbulkan banjir dan bisa menjadi sumber penyakit,tetapi itu semua hanya menjadi kenangan-kenangan masa kecil. Semakin bertambah usia semakin melupakan pelajaran dasar yang di pelajari semasa kecil dulu.

Mungkin kita harus belajar dari warga Taiwan, Di jalan raya Taiwan terutama Taipei, kita akan sangat jarang menemukan tong sampah. Walau mencari tong sampah di Taipei seperti mencari manusia di tengah rimba, warga Taiwan sangat mencintai kebersihan. Kota Taipei sangat bersih. Bungkus makanan atau botol minuman mereka tidak dibuang serta merta di lantai umum, tapi mereka pegang dan bawa pulang! Ya, mereka bawa pulang ke rumah untuk dibuang di tempat sampah rumah mereka. Makanya di Taiwan hampir jarang dijumpai bak sampah umum seperti yang lumrah di Indonesia, kecuali di kompleks perumahan mewah. Di stasiun MRT biasanya ada tong sampah umum, dan sangat bersih. Anda tidak akan merasa jijik jika menyentuhnya. Warga Taiwan juga memisahkan sampah organik dan non-organik, meskipun di Indonesia sudah ada tempat sampah khusus yang membedakan sampah organik dan non-organik tetap saja isinya tidak ada perbedaannya. Mungkin masyarakat Indonesia berfikir sekali sampah tetap saja sampah tidak ada bedanya, padahal apabila kita mengkaji lebih lanjut sampah-sampah tersebut dapat berguna bagi lingkungan sekitar.

Mungkin sebagai Negara berkembang kita seharusnya lebih peka terhadap lingkungan. Bisa dimulai dari menjaga kebersihan lingkungan, menciptakan lingkungan indah, sehat dan bebas dari sampah. Sudah telat? Lebih baik telat daripada tidak sama sekali

source from :

buang sampah di Taiwan

http://sosmasonline.blogspot.com/

sampah organik dan non organik

Advertisements

Manusia dan Keindahannya

Sebelum membahas tentang manusia dan keindahan yang dibuatnya, mari kita cari tahu terlebih dahulu pengertian dari keindahan. Keindahan atau keelokan merupakan sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan pengalaman persepsi kesenangan, bermakna, atau kepuasan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah “kecantikan yang ideal” adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.

 Fenomena keindahan mempunyai dua sifat,yaitu sifat immaterial dan sifat material. Fenomena keindahan bisa bersifat immaterial seperti misalnya kenangan tentang sesuatu peristiwa, inspirasi, suasana, perasaan puitis, alunan lagu dan pembacaan kisah (cerita). Namun bisa juga bersifat material, seperti misalnya pemandangan alam, kecantikan, keserasian dan obyek yang membangkitkan kesenangan sensual. Menurut ilmu filsafat seni manusia adalah makhluk pemuja keindahan. lewat panca indera manusia dapat menikmati keindahan dan setiap saat tak dapat berpisah dengannya, serta  berupaya untuk dapat menikmatinya dalam waktu yang lama.

 Manusia menyukai keindahan karena memberikan kenyamanan dan ketenangan pada jiwa dan pikiran. Kenyamanan dan ketenangan itulah yang dicari oleh manusia selama hidupnya. Manusia pasti rela mengorbankan apa saja demi mendapatkan kenyamanan dan ketenangan tersebut. Dan satu hal yang pasti, manusia senang berbagi keindahan karena berbagi keindahan akan menimbulkan keindahan lainnya.

source from :

http://yourdreamisyourworld.blogspot.com/2011/03/manusia-dan-keindahan.html

Seni Keindahan

Pengertian Keindahan

Mahasiswa Dari Timur

Sederhana, mahasiswa dari timur berarti mahasisiwa dari dunia bagian timur. Seperti yang kita tahu bumi terbagi menjadi bagian utara,timur,barat dan selatan ,tetapi yang paling utama dalam hal budaya adalah budaya barat dan budaya timur. Budaya barat dikenal lebih bebas dalam mengekspresikan diri , sedangkan budaya timur lebih bisa mengontrol diri dan taat pada hukum dan norma serta adat istiadat yang berlaku di masyarakat.

POLA PIKIR

Dalam budaya barat untuk memberikan opini langsung tepat ke titik sasaran tapi untuk budaya timur untuk memberikan opini bangsa timur lebih suka untuk berputar-putar terlebih dahulu. Mereka seperti menginginkan para pendengar opini mereka ikut berfikir dan memahami sebaik mungkin tentang opini mereka agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Bangsa barat lebih kritis terhadap ketepatan waktu berbeda dengan bangsa timur yang bisa memaklumi keterlambatan waktu

GAYA HIDUP / LINGKUNGAN SEKITAR

Bangsa barat lebih individualis,mereka labih mementingkan urusan sendiri baru memmentingkan urusan bersama. Sedangkan bangsa timur hidup bergotong-royong lebih mementingkan urusan bersama baru setelah itu urusan pribadi.

bangsa barat lebih suka mengenal dekat dengan beberapa orang saja berbeda dengan bangsa timur yang lebih suka untuk mengenal secara keseluruhan kepada lingkangannya.

Di dalam budaya barat anak mempunyai peran yang hamper sama dengan orang tua berbeda dengan budaya timur dimana anak benar-benar berada di bawah pengaruh orang tua.

Dari sedikit penjelasan tentang perbedaan budaya timur dan barat dapat disimpulkan bahwa sebagai mahasiswa dari bumi bagian timur kita harus bisa menyampaikan opini dengan baik agar tidak terjadi kesalahpahaman, dapat memanfaatkan waktu sebaik mungkin karena telah mendapat keringan waktu, dapat hidupbergotong –royong dan menghormati orang yang lebih tua.